Mmmmm
PENINGKATAN KAPASITAS UMKM MELALUI 3 PILAR (PELAKU, PASAR, DAN PRODUK) PROGRAM BANK BCA | WILAYAH PEKANBARU DENGAN COACH INDRA THAMRIN
Sinergisolusi.id, Peningkatan kapasitas UMKM melalui 3 pilar (Pelaku, Pasar, dan Produk) Program Bank BCA | Wilayah Pekanbaru. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Tidak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, UMKM juga menjadi penggerak ekonomi lokal yang dinamis. Dalam konteks ini, Bank Central Asia (BCA) menunjukkan komitmennya untuk turut berkontribusi pada pemberdayaan UMKM, khususnya melalui program peningkatan kapasitas yang berfokus pada tiga pilar utama: Pelaku, Pasar, dan Produk. Program ini berlangsung di wilayah Pekanbaru pada tanggal 11 Juni 2025 dengan menghadirkan Coach Indra Thamrin sebagai fasilitator utama.

Bank BCA melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya telah aktif memberdayakan UMKM di berbagai daerah di Indonesia. Di wilayah Pekanbaru, program peningkatan kapasitas ini dirancang untuk menjawab tantangan konkret yang dihadapi UMKM. Tidak sedikit pelaku UMKM yang mengalami stagnasi dalam pengembangan bisnis karena kurangnya pemahaman dalam membangun strategi bisnis yang berkelanjutan. Dengan mengusung tiga pilar utama — Pelaku, Pasar, dan Produk — BCA berharap UMKM dapat “naik kelas” dari segi kualitas manajemen, daya saing produk, dan kemampuan menjangkau pasar yang lebih luas.
Pilar 1: Peningkatan Kapasitas Pelaku UMKM
Pelaku UMKM merupakan elemen kunci dalam ekosistem bisnis. Kesuksesan bisnis sangat tergantung pada pola pikir (mindset), keterampilan, dan kemampuan adaptasi dari pelaku itu sendiri. Coach Indra Thamrin menekankan pentingnya “business mindset” dan kepemimpinan adaptif dalam menghadapi era digita. Dalam sesi pelatihan, peserta UMKM dibimbing untuk melakukan evaluasi diri, mengenali kekuatan dan kelemahan pribadi, serta menetapkan tujuan bisnis jangka panjang. Mereka juga diajarkan teknik manajemen waktu, pengambilan keputusan berbasis data, hingga dasar-dasar literasi keuangan.
Pilar 2: Strategi Pemasaran dan Penetrasi Pasar
Pilar kedua adalah membekali UMKM dengan strategi untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Banyak pelaku UMKM yang memiliki produk bagus, namun belum mampu memasarkan secara optimal. Oleh karena itu, materi pelatihan berfokus pada strategi pemasaran digital dan branding.Coach Indra memperkenalkan konsep “Customer Journey Mapping” agar peserta memahami perilaku konsumen dari tahap mengenal produk hingga melakukan pembelian ulang. Selain itu, peserta juga belajar bagaimana memanfaatkan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business untuk promosi dan penjualan. Salah satu kegiatan yang sangat diapresiasi oleh peserta adalah praktik membuat copywriting konten pemasaran yang menarik. Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mendorong peserta untuk membuat konten secara langsung, kemudian diberikan umpan balik oleh tim pelatih.
Pilar 3: Pengembangan Produk yang Kompetitif
Produk yang unggul adalah produk yang mampu menjawab kebutuhan konsumen sekaligus memiliki nilai diferensiasi. Dalam pilar ketiga ini, fokus pelatihan diarahkan pada aspek inovasi produk, pengemasan, serta standarisasi kualitas. Coach Indra juga mengajak peserta untuk melakukan “product benchmarking” dengan produk sejenis di pasaran. Hal ini bertujuan untuk mendorong inovasi dalam segi rasa, tampilan, dan nilai tambah produk. Tak hanya itu, pelatihan juga membahas pentingnya legalitas usaha, seperti PIRT, halal, dan sertifikasi BPOM, agar produk UMKM lebih mudah masuk ke retail modern atau ekspor. Aspek kemasan (packaging) juga menjadi perhatian, di mana peserta diajak untuk menyusun desain kemasan yang menarik, informatif, dan sesuai dengan target pasar.
Konsultasikan Kebutuhan Pelatihan Anda
